Fiat Currency

Mata Uang Fiat

Istilah "mata uang fiat" sangat populer di dunia kripto. Namun, bagaimana hubungannya dengan mata uang kripto, dan mengapa kita membutuhkannya? Mari kita bahas di dalam artikel ini.

Apa itu mata uang fiat?

Uang fiat adalah mata uang yang diterbitkan oleh pemerintah. Nilai uang fiat ditentukan oleh hubungan antara penawaran dan permintaan serta kestabilan pemerintah yang menerbitkannya, bukan oleh nilai komoditas yang mendukungnya. Sebagian besar mata uang modern adalah mata uang fiat, termasuk dolar AS, euro, dan mata uang utama dunia lainnya.

"Fiat" adalah bahasa Latin yang berarti "akan terjadi" atau "jadilah seperti itu." Jadi, mata uang fiat hanya memiliki nilai karena pemerintah mengatakan demikian. Uang fiat itu sendiri tidak memiliki kegunaan.

Tiongkok adalah negara pertama yang menggunakan mata uang fiat sekitar tahun 1.000 Masehi, kemudian jenis mata uang ini menyebar ke negara-negara lain di dunia. Pada abad ke-20, Presiden AS Richard Nixon menghapus konvertibilitas langsung dolar AS terhadap emas, yang dikenal sebagai “standar emas”. Saat ini, sebagian besar negara menggunakan mata uang fiat berbasis kertas yang hanya berfungsi sebagai metode pembayaran.

Tidak seperti mata uang yang didukung komoditas tradisional, mata uang fiat tidak dapat dikonversi (converted) atau ditukarkan (redeemed). Pada hakikatnya, mata uang fiat tidak berguna dan digunakan berdasarkan keputusan pemerintah. Agar mata uang fiat berhasil, pemerintah harus melindunginya dari pemalsuan dan mengelola persediaan uang secara bertanggung jawab.

Mata uang fiat adalah kebalikan dari uang komoditas. Perbedaan di antara keduanya adalah pada nilai intrinsiknya. Secara historis, uang komoditas memiliki nilai intrinsik yang ditentukan oleh bahan pembuatnya, seperti koin emas dan perak. Sebaliknya, uang fiat tidak memiliki nilai intrinsik; ini pada dasarnya adalah janji dari pemerintah atau bank sentral bahwa mata uang ini dapat ditukar dengan nilainya dalam barang.

Kelebihan dari mata uang fiat

Uang fiat sangat bagus selama dapat menjalankan fungsi yang dibutuhkan oleh ekonomi negara dari mata uangnya, yaitu menyimpan nilai, menyediakan penghitungan numerik, dan memfasilitasi pertukaran. Mata uang fiat juga memiliki seigniorage yang sangat baik, yang berarti lebih hemat biaya daripada mata uang yang terkait langsung dengan suatu komoditas.

Mata uang fiat menjadi terkenal di abad ke-20 sebagian disebabkan karena pemerintah dan bank sentral berusaha melindungi ekonomi mereka dari efek terburuk akibat naik turunnya siklus bisnis.

Karena uang fiat bukanlah sumber daya yang langka atau permanen seperti emas, bank sentral memiliki kontrol yang lebih besar atas pasokannya, sehingga memungkinkan mereka untuk mengontrol variabel ekonomi seperti pasokan kredit, likuiditas, suku bunga, dan perputaran uang. Misalnya, Federal Reserve AS memiliki mandat ganda untuk menjaga pengangguran dan inflasi tetap rendah.

Kelemahan dari mata uang fiat

Karena uang fiat tidak dipatok pada aset berwujud, nilainya tunduk pada kebijakan fiskal dan peraturan pemerintah yang bertanggung jawab. Kebijakan moneter yang tidak bertanggung jawab dapat menyebabkan inflasi dan bahkan hiperinflasi atas mata uang fiat.

Selain itu, terbuka kemungkinan terjadinya gelembung (bubble) mata uang fiat; yaitu sebuah siklus ekonomi di mana ada kenaikan pesat sebelum penurunan harga yang sama cepatnya. Risiko terjadinya gelembung cukup tinggi karena mata uang fiat memiliki pasokan yang hampir tidak terbatas, yang berarti pemerintah dapat melakukan pelonggaran kuantitatif. Meskipun pelonggaran kuantitatif ini dapat membantu menstimulasi ekonomi, itu juga dapat memicu peningkatan tingkat inflasi. Meningkatnya tekanan harga dapat memengaruhi apa saja, mulai dari pasar perumahan hingga tingkat utang pemerintah, dan pasar keuangan.

Mari kita lihat kasus yang terjadi di negara Afrika, Zimbabwe, pada awal tahun 2000-an. Menanggapi masalah ekonomi yang parah, bank sentral negara itu mulai mencetak uang dengan kecepatan tinggi yang menyebabkan hiperinflasi. Akibatnya, mata uang Zimbabwe kehilangan 99,9% dari nilainya. Harga naik dengan cepat, dan konsumen terpaksa membawa berkantong-kantong uang untuk membeli bahan makanan. Pada puncak krisis, pemerintah Zimbabwe harus mengeluarkan uang kertas 100 triliun dolar Zimbabwe. Akhirnya, orang-orang lebih memilih menggunakan mata uang asing daripada dolar Zimbabwe sendiri.

Kesimpulan

Bahkan jika saat ini orang mencoba mencari alternatif dari uang, fiat akan tetap diperlukan sampai alternatifnya memiliki permintaan dan penawaran.

Kembali

Diperbarui • 2024-05-21

Pertanyaan yang sering diajukan

  • Mengapa uang fiat berharga?

    Berbeda dari uang komoditas, seperti koin emas atau uang kertas, yang dapat ditukar dengan logam berharga, uang fiat didukung sepenuhnya oleh keyakinan dan kepercayaan pada pemerintah yang menerbitkannya. Ini masuk akal karena pemerintah mewajibkan orang membayar pajak dengan uang kertas yang mereka terbitkan. Karena setiap orang harus membayar pajak, mereka akan menerima uang fiat sebagai gantinya. Teori uang lainnya, seperti teori kredit, menunjukkan bahwa karena semua uang adalah hubungan antara utang-piutang, tidak masalah apakah uang itu didukung oleh sesuatu untuk mempertahankan nilainya atau tidak.

  • Apa saja alternatif untuk uang fiat?

    Hampir setiap negara saat ini memiliki alat pembayaran yang sah, yaitu uang fiat. Meskipun Anda dapat membeli dan menjual emas dan koin emas, benda ini jarang digunakan sebagai alat tukar atau pembelian sehari-hari, dan lebih cenderung dianggap sebagai aset untuk koleksi atau spekulatif. Selain itu, mata uang kripto seperti bitcoin telah muncul selama satu dekade terakhir, yang menantang sifat inflasi dari mata uang fiat. Namun, meskipun minat dan adopsinya meningkat, aset virtual ini tampaknya tidak mendekati "uang" dalam pengertian tradisional.

  • Apakah uang fiat mengarah pada hiperinflasi?

    Selalu ada kemungkinan hiperinflasi ketika suatu negara mencetak mata uangnya. Namun, sebagian besar negara maju hanya mengalami serangan inflasi yang moderat hampir sepanjang waktu. Inflasi yang rendah secara terus-menerus merupakan faktor positif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi karena mendorong orang untuk menginvestasikan uang mereka daripada membiarkannya menganggur dan kehilangan daya beli seiring waktu.

    Sebagian besar bank sentral modern menjamin mata uang yang relatif kuat dan stabil karena devaluasi mata uang yang cepat akan merugikan perdagangan dan perolehan keuangan. Selain itu, tidak jelas apakah hiperinflasi disebabkan oleh "pencetakan uang yang tidak terkendali". Periode pertumbuhan harga yang berlebihan telah terjadi sepanjang sejarah, bahkan ketika sistem moneter didasarkan pada logam mulia; semua hiperinflasi modern dimulai dengan keruntuhan total ekonomi manufaktur riil dan ketidakstabilan politik di negara terkait.

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Pemberitahuan pengumpulan data

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah

Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat

Internal error. Silahkan coba lagi

Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera